KALTIM POST – Rapat pleno kedua KONI yang sebelumnya diperkirakan berlangsung alot, terkait agenda pembahasan larangan rangkap jabatan pengurus harian KONI, terselesaikan tanpa perdebatan panjang. Tuntasnya permasalahan tersebut tidak lepas dari kebijaksanaan Wakil Ketua Umum I KONI Bidang Organisasi, Muhammad Yusuf Lamansyah, yang legowo menerima rekomendasi hasil rapat pleno pertama KONI, 4 Januari lalu.
Ya, Yusuf Lamansyah akhirnya mundur sebagai Ketua Umum PSSI Tarakan terhitung sejak kemarin. Pengunduran dirinya sebagai orang nomor satu di induk cabang sepak bola di Tarakan tersebut, juga disampaikan secara tertulis kepada KONI Tarakan. Itu pula yang menjadi dasar pengurus KONI untuk tidak memperdebatkan panjang lebar lagi permasalahan rangkap jabatan pada rapat pleno kedua KONI.
Namun sangat disayangkan, legowonya Yusuf Lamansyah menerima rekomendasi hasil rapat pleno pertama KONI tersebut tidak disertai kehadirannya di acara rapat pleno kedua yang berlangsung kemarin (6/7) di sekretariat KONI, Stadion Datu Adil. Padahal pagi hari (sekitar pukul 11.00 Wita kemarin) sebelum digelarnya rapat pleno (pukul 14.00 Wita), wajah Yusuf Lamansyah masih terlihat di sekretariat KONI. Namun saat rapat pleno berlangsung, seluruh pengurus harian KONI hadir terkecuali Yusuf Lamansyah. Rapat pleno juga dihadiri 50 persen dari jumlah pengurus KONI.
“Semua dari ketua satu sampai dengan ketua empat, mengundurkan diri dari ketua cabor. Terakhir tadi (kemarin, red), ketua satu pak Yusuf Lamansyah yang menyatakan mundur dari ketua umum PSSI,” kata Akhmad Gazali kepada Radar Tarakan, usai memimpin rapat pleno.
Topik baru muncul di rapat pleno kedua, kemarin, yang justru menjadi bahan perdebatan serius pengurus KONI. Tanpa diduga, Yunus Abbas mundur dari jabatannya sebagai Sekretaris Umum (Sekum). Di hadapan pengurus KONI, Gazali membeberkan jika pengunduran diri Yunus Abbas telah diterima pihaknya secara tertulis sejak 1 Juli kemarin. Hal tersebut juga diakui sendiri oleh Yunus Abbas.
Perdebatan alot terjadi karena sebagian besar pengurus masih mempertahankan Yunus Abbas sebagai sekum, tapi yang bersangkutan bersikeras mundur. Pengurus KONI juga sempat mempertanyakan alasan Yunus Abbas mundur, namun tidak mendapat jawaban yang diinginkan. “Saya kira dengan adanya surat itu sudah jelas, dan tidak perlu saya jelaskan alasannya. Saya juga ikhlas mundur,” cetus Yunus Abbas dihadapan peserta rapat pleno.
Pengunduran Yunus Abbas sebagai sekum KONI, jelas menyisakan banyak pertanyaan. Utamanya tentang solidnya kepengurusan KONI Tarakan periode 2008-2012 pimpinan Akhmad Gazali. Hal itu sempat disinggung juga pengurus KONI lainnya, Tigor Nainggolan. “Ini menunjukkan bahwa pengurus KONI tidak solid,” ujarnya dihadapan peserta rapat pleno. Hanya saja ia tidak mau hal tersebut diperdebatkan panjang lebar karena menjadi hak yang bersangkutan. Tigor –sapaan akrab Tigor Nainggolan- hanya menyarankan agar pengunduran Yunus Abbas sebagai sekum KONI, diselesaikan dengan baik.
Awalnya, rapat pleno tidak mengambil ketegasan tentang status Yunus Abbas yang berniat mundur dari sekum KONI, termasuk siapa penggantinya. Rapat pleno hanya merekomendasikan kepada ketua umum untuk bernegosiasi kembali dengan Yunus Abbas. Namun yang bersangkutan sendiri menolak untuk diadakannya perundingan dan mendesak rapat pleno untuk segera mengambil keputusan. Akhirnya rapat memutuskan untuk menerima pengunduran diri Yunus Abbas. Ada pun penggantinya, ditunjuk Sudirman Dasuki.
“Dia (Yunus Abbas) bukan mengundurkan diri dari KONI, tapi kita rolling. Dia dialihkan ke internal audit, bertukar dengan Sudirman Dasuki yang menggantikannya sebagai sekretaris KONI,” kilah Gazali.