Pengurus KONI Balikpapan Sah

BALIKPAPAN – Surat Keputusan (SK) pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Balikpapan periode 2010-2014 telah diterbitkan KONI Provinsi Kaltim. SK bernomor 016 Tahun 2010 tertanggal 14 April 2010 tersebut ditandatangani Ketua Umum KONI Provinsi Kaltim H Harbiansyah Hanafiah dan sudah diterima KONI Balikpapan, Jumat (16/4) kemarin. Baca selebihnya »

Menpora Ajak Masyarakat Galakkan Olahraga

Menteri Negara Pemuda dan Olah raga Andi Alfian Mallarangeng mengajak warga untuk menggalakkan olahraga dalam upaya menyehatkan masyarakat. Baca selebihnya »

Pengprov PASI Gelar Kejurda Junior

SAMARINDA - Pengprov PASI Kaltim akan menggelar Kejurda Atletik  Junior di GOR Sempaja  16-18 April mendatang. Kejurda kali ini selain sebagai barometer perkembangan atlet atletik juga sebagai seleksi Kejurnas Atletik Junior 6-8 Mei di Jakarta.

“Event ini sebagai olok ukur pembinaan atlet di daerah,” ungkap Mudiyat Noor, ketua harian Pengprov PASI Kaltim yang sekaligus sebagai ketua penyelenggara ditemui kemarin.

Selain itu, lanjutnya, dengan event ini Pengkab/Pengkot di daerah diharapkan membentuk pembinaan jangka panjang sebagai pembibitan atletik untuk kejuaraan nasional maupun internasional.

Sekjen Pengprov Kaltim M Munir Alhabsyi menambahkan, kegiatan ini sangat mendesak, mengingat target yang diusung Kaltim sangat tinggi dalam kejurnas maupun PON XVIII 2012 di Riau mendatang. “Target kita mempertahankan posisi 3 dalam PON, jadi persiapn harus dilakukan sedini mungkin,” katanya.

Ditempat terpisah, Kabid Binpres KONI Kaltim Jhon Barahama mengungkapkan, kejurda yang dilaksanakan 16 besok merupakan pantauan akhir untuk para atlet yang akan berangkat pada Kejurnas di Jakarta. “Untuk kelas junior sangat kurang soal kualitas, tetapi kita harus tetap berusaha dengan digelar event daerah dan juga pemantapan program latihan yang bagus,” ungkap Jhon di sela memantau atlet binaanya latihan di GOR Sempaja kemarin.

Ia mengaku, perlu perjuangan keras atlet Atletik Kaltim bisa berprestasi dengan daerah lain di level nasional. Pembinaan harus ditingkatkan agar kita tidak tertinggal dengan daerah lain,” pungkas pelatih yang sudah 25 tahun berkecimpung di dunia atletik ini. (*/ede) (http://kaltimpost.co.id)

Dana Penunjang Prestasi Tahun 2009 Segera Cair

Atlet & Pelatih Kalimantan Timur yang berprestasi pada PON XVII-2008, Kejuaraan Nasional (Junior) serta Kejuaraan Setaraf Internasional Tahun 2008, dalam waktu dekat akan segera menerima Dana Penunjang Prestasi.

Besaran Dana yang akan mereka terima berdasarkan medali tertinggi yang pernah diterima, dan diberikan per bulan terhitung mulai  Januari s/d Desember 2009.

Adapun persyaratan untuk menerima dana tersebut :
- Mendapatkan rekomendasi dari Pengprov masing-masing Cabor.
- Masih aktif berlatih/melatih
- Masih  terdaftar sebagai atlet/Pelatih Kalimantan Timur.

Pengurus KONI Tarakan Kurang Solid

KALTIM POST – Rapat pleno kedua KONI yang sebelumnya diperkirakan berlangsung alot, terkait agenda pembahasan larangan rangkap jabatan pengurus harian KONI, terselesaikan tanpa perdebatan panjang. Tuntasnya permasalahan tersebut tidak lepas dari kebijaksanaan Wakil Ketua Umum I KONI Bidang Organisasi, Muhammad Yusuf Lamansyah, yang legowo menerima rekomendasi hasil rapat pleno pertama KONI, 4 Januari lalu. Baca selebihnya »

Tiga Atlet Silat Kaltim Lolos

Siap Bela Indonesia di SEA Games Laos Akhir 2009

KALTIM POST – Prestasi pencak silat Kaltim terus menanjak. Ini dibuktikan dengan lolosnya tiga atlet dari Benua Etam untuk membela Indonesia pada SEA Games XXV di Laos akhir tahun ini.

Ketua Bidang Organisasi Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia (Pengprov IPSI) Kaltim HM Faisal kepada harian ini kemarin menjelaskan, pada seleksi pembentukan tim pencak silat Indonesia menuju SEA Games yang berlangsung di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta 1-5 Juli lalu, pesilat Kaltim berhasil keluar sebagai yang terbaik. “Ini prestasi yang sangat membanggakan. Tiga atlet pencak silat Kaltim berhasil menembus persaingan untuk tampil pada even tingkat Asia Tenggara,” kata Faisal didampingi pelatih silat Kaltim Surya Ganda.

Ketiga atlet yang dimaksudkan Faisal tersebut masing-masing adalah Agus Triyono dari kelas C putra, M Shodiq kelas D putra dan Annisa Mayasari kelas F putri. “Agus dan Shodiq jadi juara pertama, sedangkan Annisa juara kedua,” imbuhnya.

Sekadar diketahui, Triyono, Shodiq dan Annisa merupakan peraih medali emas saat PON XVII tahun 2008 lalu berlangsung di Kaltim. “Secara teknis pesilat Kaltim masih bisa bersaing dengan pesilat dari daerah lain di Indonesia. Tapi kita tidak bisa lengah, karena secara teknis silat terus berkembang jadi untuk bisa menciptakan lagi juara-juara dari Kaltim kita juga terus belajar dan mengamati,” imbuhnya.

Pada kesempatan kemarin, Faisal menyampaikan ucapan selama dari Ketua Umum IPSI Kaltim M Yahmi. “Pak Yahmin merasa bangga atas prestasi atlet pencak silat Kaltim ini. Beliau berpesan agar atlet Kaltim terus berjuang dan berharap bisa mempersembahkan medali emas SEA Games untuk Indonesia. Kalau bisa berprestasi di SEA Games, selain nama Indonesia nama Kaltim juga terangkat,” sebut Faisal. (alv)

DKI Juara, Kaltim Ketiga

KALTIM POST – Tim tenis DKI Jakarta tampil sebagai juara umum Sportama Alfamart Cup Pekan Olahraga Nasional (PON) Tenis I-2009. Tuan rumah berhasil menjuarai turnamen yang digelar PP Pelti bekerjasama dengan Sportama itu dengan mengumpulkan 18 medali emas, 10 medali perak, dan lima medali perunggu.

Perolehan medali tim DKI tersebut jauh di atas peringkat kedua dan ketiga, yakni Jatim yang meraih lima medali emas, empat perak, 10 perunggu dan Kaltim dengan dua emas, tiga medali perak, dan enam perunggu.

“Posisi juara umum sudah diperkirakan sejak awal, tapi jumlah perolehan medalinya yang di atas perkiraan terutama dari kelas mini dan yunior,” kata Sekretaris Pengprov Pelti DKI Imam Supardi di Jakarta, Minggu (5/7) kemarin yang menjadi hari terakhir.

Dikatakannya, di kelas mini dan yunior, para petenis dari DKI juga mendominasi nomor-nomor yang dipertandingkan sehingga memperbanyak perolehan medali. Demikian juga di kelas veteran.

Di kelas yunior 14 tahun, medali emas antara lain dipersembahkan petenis di nomor ganda putra 14 tahun. Di kelas yunior 16 tahun, medali emas nomor tunggal putra dipersembahkan Ega Uneputty yang mengalahkan petenis se-daerahnya Indra Wijaya, di final.

Sedangkan di nomor ganda putra yunior 16 tahun, pasangan Ega Uneputty/Indra Wijaya yang mengalahkan pasangan se-daerahnya Louis Theodore/Gavin Pranata di partai final.

Sementara di kelas senior, medali emas tunggal putra dipersembahkan Christopher Rungkat yang mengalahkan Prima Simpatiaji (Jateng) serta medali emas tunggal putri dipersembahkan Ayu Fani yang mengalahkan Lavinia (Jateng) di final.

Medali emas nomor ganda putra senior dipesembahkan pasangan Chistopher Rungkat/Nesa Artha yang mengalahkan pasangan Andrian Raturandang (Jabar)/David Agung (Jateng) di final.

Di nomor ganda putri senior pasangan Yayuk Basuki (DKI)/Romana Tedjakusuma (Jatim) mempersembahkan medali emas setelah mengalahkan pasangan Beatrice Gumulya/Jessy Rompies(Kaltim) di final.

Di nomor ganda campuran senior, pasangan Ayu Fani/Hendri Susilo mempersembahkan medali emas setelah mengalahkan pasangan Jessy Rompies/Surya Wijaya (Kaltim) di final.

Di kelas veteran, medali emas tunggal putra dipersembahkan Yustedjo Tarik yang mengalahkan petenis sedaerahnya Didiek Edy di final. Sedangkan di tunggal putri medali emas dipersembahkan Jenny Maukar yang mengalahkan petenis sedaerahnya, Elfia Rungkat, dipartai final.

Medali emas ganda putra kelas veteran dipersembahkan Hadiman/Sutikno yang menang tanpa tanding melawan pasangan Yustedjo Tarik/Didiek Edy (DKI) di final.

Medali emas nomor ganda campuran veteran dipersembahkan pasangan Hadiman/Jenny Maukar yang menang tanpa bertanding (WO) karena lawannya Kasiatun/Mulyono (Jatim) mengundurkan diri dengan alasan sakit.

Kaltim Diwakili 2 Pegulat

Kejuaraan Junior Asia di Filipina

SAMARINDA POST – Dua pegulat Kaltim dipastikan membela Indonesia di Kejuaraan Gulat Junior Asia, yang berlangsung di Filipina 10 Juli mendatang. Dua pegulat Kaltim tersebut adalah Eko Roni dan M Iqbal.

Keduanya terpilih setelah melewati hasil seleksi yang berlangsung di Bandung Mei lalu.

Komisi Teknik (Komtek) Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Kaltim, Arbain kepada harian ini menjelaskan, Eko Roni dan M Iqbal akan bertanding di kelas bebas. Eko Roni di kelas 55 Kg, sementara M Iqbal turn di kelas 48 Kg.

“Keduanya memang pegulat masa depan Kaltim, pengganti para seniornya saat ini. Jadi mereka saya pikir memang pantas berangkat membawa nama Kaltim untuk menjadi wakil Indonesia,” kata Arbain.

Dua pegulat Kaltim ini nantinya akan berangkat bersama 5 pegulat lain dari beberapa daerah yang juga lolos pada seleksi.

Sementara dari hasil rapat kemarin (5/7), Suryadi Gunawan dipercaya menjadi pelatih dua pegulat Kaltim tersebut. Dalam usulan pada rapat tersebut, disebutkan 6 pelatih yang diusulkan menjadi pendamping.

“Dari hasil rapat akhirnya kami mempercayakan kepada Suryadi Gunawan untuk mendampingi kedua pegulattersebut,” imbuhnya.

Saat ditanyakan soal persaingan di Kejuaraan Asia tersebut, Arbain mengatakan Iran, Korea Selatan, Jepang dan negara pecahan Rusia seperti Uzbekistan menjadi lawan tangguh para pegulat Indonesia.

“Para pegulat dari negara yang saya sebutkan tadi sudah dari dulu selalu menjadi negara kuat di gulat. Tapi saya yakin pegulat Indonesia, khususnya dari Kaltim bisa bersaing dengan mereka,” tegasnya.

Kalaupun akhirnya pegulat Kaltim gagal meraih prestasi tinggi, pengalaman bertanding di event internasional, diharapkan Arbain menjadi modal bagi Eko Roni dan M Iqbal.

“Dari satu event setiap atlet pasti mendapatkan pengalaman. Dan bertanding di Filipina, saya pikir jadi modal sangat berharga bagi pegulat Kaltim nantinya,” kata Arbain mengakhiri. (upi)

Terapkan Aturan Baru

SAMARINDA POST – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Taekwondo yang akan dilaksanakan di Samarinda akan menerapkan peraturan baru. Regulasi baru itu baru saja dikeluarkan di Korea, negara dimana olahraga tersebut berasal. Karena harus menunggu aturan baru itu, kejurprov harus mengalami beberapa kali pengunduran pelaksanaan.

Sedianya kejurprov akan dilaksanakan 19-23 Juli ini. Diundur menjadi 23 Juli. “Ditunda sampai tiga kali,” ungkap Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi Taekwondo Indonesia Kaltim, Alfons T Lung kepada harian ini.

Dijelaskannya, aturan baru itu mencakup kelas tanding, sistem poin hingga aturan pertandingan. Karena itu wasit Kaltim yang jumlahnya 10 orang harus mengikuti kursus. Menurut Alfons, kursus itu merupakan up grade pengetahuan wasit terhadap aturan baru. Seluruh wasit selesai mengikuti kursus pada 20 Juli mendatang. Atas dasar itulah, kejurprov ditunda.

Kendati demikian, katanya, aturan baru itu sejak jauh hari sudah disampaikan kepada seluruh pelatih di Indonesia. Sehingga, pelatih langsung menginformasikan regulasi itu kepada atlet. “Sekarang tinggal implementasinya saja di lapangan,” tambahnya.

Alfons melanjutkan, aturan itu juga yang akan dipakai di kejuaraan nasional (kejurnas) dan PON XVII/2012 di Riau. Karena itu, kata dia, pemahaman terhadap aturan baru itu sangat pentinga. Jangan sampai karena minim informasi menyebabkan kerugian bagi salah satu tim. “Kita sudah diberi tahu pasal per pasal. Sudah rinci, tinggal pelatih saja lagi menerapkannya dan menurunkan ke atlet,” tukas mantan atlet taekwondo nasional ini.

Mengenai kejurprov, dia menjelaskan kesempatan itu merupakan ajang untuk menunjukkan kemampuan. Semua atlet harus bisa menunjukan seluruh kemampuannya, utamanya para atlet yang selama ini sudah terpilih mengikuti pemusatan latihan daerah (pelatda). Bukan tidak mungkin atlet yang selama ini masuk dalam lapis pertama, bisa terdegradasi karena kalah di kejurda kali ini. Dan bukan tidak mungkin atlet daerah yang dilihat potensial malah bisa masuk dalam jajaran lapis pertama kalau di ajang kali ini ternyata bisa menunjukan prestasi terbaiknya. (nin)

Dua Wakil di Kejuaraan Dunia

Dedy ke Jepang, Zakaria ke Kanada

SAMARINDA POST. Klub sofbol dan bisbol Pirates kembali menyumbangkan atlet untuk mengikuti kejuaraan internasional. Kejuaraan yang diikuti pun tak lagi sekelas SEA Games, tetapi sudah kejuaraan dunia.

Dua atlet itu seperti disampaikan Ketua Umum Pirates Izrulsyah Effendy ST, adalah Zakaria dan Dedy Purnomo. Zakaria akan mengikuti kejuaraan dunia sofbol di Kanada pada 17 Juli mendatang. Sementara Dedy Purnomo akan mengikuti kejuaraan dunia bisbol di Sapporo, Jepang, pada tanggal yang sama dengan kejuaraan dunia sofbol. “Kita tentu sangat bangga karena ada atlet Pirates yang ikut kejuaraan dunia,” ujar Fendy-sapaan akrabnya kepada harian ini.

Saat ini Dedy Purnomo sudah berada di Jakarta dan lebih dulu menjalani latihan. Sementara Zakaria masih menjalani latihan di Kota Tepian. “Ke Kanada rencananya tanggal 14 nanti,” ungkap Zakaria kepada harian ini kemarin.

Zakaria dan Dedy merupakan dua atlet yang sama-sama berangkat dari sofbol. Namun dalam perkembangannya, keduanya sering memperkuat bisbol atau sofbol di beberapa kejuaraan berbeda. Karena itu tak ada spesialisasi bagi keduanya, apakah bermain di sofbol atau bisbol. “Keduanya bisa bermain sofbol atau bisbol. Sebab dasarnya memang tak terlalu jauh bedanya,” ungkapnya.

Kejuaraan ini sekaligus pemanasan bagi keduanya sebelum mengikuti Cheetah Cup di Jakarta 2-8 Agustus mendatang. Pirates berencana mengikuti kejuaraan terbuka yang akan diikuti klub-klub elit di Indonesia ini. “Jadi setelah keduanya kembali, langsung siap-siap mengikuti Cheetah Cup,” tandasnya.

Menurut Fendy, kedua atlet tersebut memang pantas untuk mengikuti kejuaraan dunia karena melihat prestasi keduanya. Dedy dan Zakaria boleh dibilang sudah “kenyang” dengan metode latihan di pemusatan latihan nasional (pelatnas). Kendati demikian, katanya, regenerasi atlet juga tetap harus dilakukan. Seperti yang dilakukan saat ini, Pirates mempersiapkan tim U-25 mengikuti Partha Anniversary di Jogjakarta. “Bagaimanapun regenerasi harus dipersiapkan. Karena generasi yang senior tentunya tak akan terus-terusan bertanding,” pungkasnya. (nin)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.