Dana Penunjang Prestasi Tahun 2009 Segera Cair

Atlet & Pelatih Kalimantan Timur yang berprestasi pada PON XVII-2008, Kejuaraan Nasional (Junior) serta Kejuaraan Setaraf Internasional Tahun 2008, dalam waktu dekat akan segera menerima Dana Penunjang Prestasi.

Besaran Dana yang akan mereka terima berdasarkan medali tertinggi yang pernah diterima, dan diberikan per bulan terhitung mulai  Januari s/d Desember 2009.

Adapun persyaratan untuk menerima dana tersebut :
- Mendapatkan rekomendasi dari Pengprov masing-masing Cabor.
- Masih aktif berlatih/melatih
- Masih  terdaftar sebagai atlet/Pelatih Kalimantan Timur.

Pengurus KONI Tarakan Kurang Solid

KALTIM POST – Rapat pleno kedua KONI yang sebelumnya diperkirakan berlangsung alot, terkait agenda pembahasan larangan rangkap jabatan pengurus harian KONI, terselesaikan tanpa perdebatan panjang. Tuntasnya permasalahan tersebut tidak lepas dari kebijaksanaan Wakil Ketua Umum I KONI Bidang Organisasi, Muhammad Yusuf Lamansyah, yang legowo menerima rekomendasi hasil rapat pleno pertama KONI, 4 Januari lalu.

Ya, Yusuf Lamansyah akhirnya mundur sebagai Ketua Umum PSSI Tarakan terhitung sejak kemarin. Pengunduran dirinya sebagai orang nomor satu di induk cabang sepak bola di Tarakan tersebut, juga disampaikan secara tertulis kepada KONI Tarakan. Itu pula yang menjadi dasar pengurus KONI untuk tidak memperdebatkan panjang lebar lagi permasalahan rangkap jabatan pada rapat pleno kedua KONI.

Namun sangat disayangkan, legowonya Yusuf Lamansyah menerima rekomendasi hasil rapat pleno pertama KONI tersebut tidak disertai kehadirannya di acara rapat pleno kedua yang berlangsung kemarin (6/7) di sekretariat KONI, Stadion Datu Adil. Padahal pagi hari (sekitar pukul 11.00 Wita kemarin) sebelum digelarnya rapat pleno (pukul 14.00 Wita), wajah Yusuf Lamansyah masih terlihat di sekretariat KONI. Namun saat rapat pleno berlangsung, seluruh pengurus harian KONI hadir terkecuali Yusuf Lamansyah. Rapat pleno juga dihadiri 50 persen dari jumlah pengurus KONI.

“Semua dari ketua satu sampai dengan ketua empat, mengundurkan diri dari ketua cabor. Terakhir tadi (kemarin, red), ketua satu pak Yusuf Lamansyah yang menyatakan mundur dari ketua umum PSSI,” kata Akhmad Gazali kepada Radar Tarakan, usai memimpin rapat pleno.

Topik baru muncul di rapat pleno kedua, kemarin, yang justru menjadi bahan perdebatan serius pengurus KONI. Tanpa diduga, Yunus Abbas mundur dari jabatannya sebagai Sekretaris Umum (Sekum). Di hadapan pengurus KONI, Gazali membeberkan jika pengunduran diri Yunus Abbas telah diterima pihaknya secara tertulis sejak 1 Juli kemarin. Hal tersebut juga diakui sendiri oleh Yunus Abbas.

Perdebatan alot terjadi karena sebagian besar pengurus masih mempertahankan Yunus Abbas sebagai sekum, tapi yang bersangkutan bersikeras mundur. Pengurus KONI juga sempat mempertanyakan alasan Yunus Abbas mundur, namun tidak mendapat jawaban yang diinginkan. “Saya kira dengan adanya surat itu sudah jelas, dan tidak perlu saya jelaskan alasannya. Saya juga ikhlas mundur,” cetus Yunus Abbas dihadapan peserta rapat pleno.

Pengunduran Yunus Abbas sebagai sekum KONI, jelas menyisakan banyak pertanyaan. Utamanya tentang solidnya kepengurusan KONI Tarakan periode 2008-2012 pimpinan Akhmad Gazali. Hal itu sempat disinggung juga pengurus KONI lainnya, Tigor Nainggolan. “Ini menunjukkan bahwa pengurus KONI tidak solid,” ujarnya dihadapan peserta rapat pleno. Hanya saja ia tidak mau hal tersebut diperdebatkan panjang lebar karena menjadi hak yang bersangkutan. Tigor –sapaan akrab Tigor Nainggolan- hanya menyarankan agar pengunduran Yunus Abbas sebagai sekum KONI, diselesaikan dengan baik.

Awalnya, rapat pleno tidak mengambil ketegasan tentang status Yunus Abbas yang berniat mundur dari sekum KONI, termasuk siapa penggantinya. Rapat pleno hanya merekomendasikan kepada ketua umum untuk bernegosiasi kembali dengan Yunus Abbas. Namun yang bersangkutan sendiri menolak untuk diadakannya perundingan dan mendesak rapat pleno untuk segera mengambil keputusan. Akhirnya rapat memutuskan untuk menerima pengunduran diri Yunus Abbas. Ada pun penggantinya, ditunjuk Sudirman Dasuki.

“Dia (Yunus Abbas) bukan mengundurkan diri dari KONI, tapi kita rolling. Dia dialihkan ke internal audit, bertukar dengan Sudirman Dasuki yang menggantikannya sebagai sekretaris KONI,” kilah Gazali.

Tiga Atlet Silat Kaltim Lolos

Siap Bela Indonesia di SEA Games Laos Akhir 2009

KALTIM POST – Prestasi pencak silat Kaltim terus menanjak. Ini dibuktikan dengan lolosnya tiga atlet dari Benua Etam untuk membela Indonesia pada SEA Games XXV di Laos akhir tahun ini.

Ketua Bidang Organisasi Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia (Pengprov IPSI) Kaltim HM Faisal kepada harian ini kemarin menjelaskan, pada seleksi pembentukan tim pencak silat Indonesia menuju SEA Games yang berlangsung di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta 1-5 Juli lalu, pesilat Kaltim berhasil keluar sebagai yang terbaik. “Ini prestasi yang sangat membanggakan. Tiga atlet pencak silat Kaltim berhasil menembus persaingan untuk tampil pada even tingkat Asia Tenggara,” kata Faisal didampingi pelatih silat Kaltim Surya Ganda.

Ketiga atlet yang dimaksudkan Faisal tersebut masing-masing adalah Agus Triyono dari kelas C putra, M Shodiq kelas D putra dan Annisa Mayasari kelas F putri. “Agus dan Shodiq jadi juara pertama, sedangkan Annisa juara kedua,” imbuhnya.

Sekadar diketahui, Triyono, Shodiq dan Annisa merupakan peraih medali emas saat PON XVII tahun 2008 lalu berlangsung di Kaltim. “Secara teknis pesilat Kaltim masih bisa bersaing dengan pesilat dari daerah lain di Indonesia. Tapi kita tidak bisa lengah, karena secara teknis silat terus berkembang jadi untuk bisa menciptakan lagi juara-juara dari Kaltim kita juga terus belajar dan mengamati,” imbuhnya.

Pada kesempatan kemarin, Faisal menyampaikan ucapan selama dari Ketua Umum IPSI Kaltim M Yahmi. “Pak Yahmin merasa bangga atas prestasi atlet pencak silat Kaltim ini. Beliau berpesan agar atlet Kaltim terus berjuang dan berharap bisa mempersembahkan medali emas SEA Games untuk Indonesia. Kalau bisa berprestasi di SEA Games, selain nama Indonesia nama Kaltim juga terangkat,” sebut Faisal. (alv)

DKI Juara, Kaltim Ketiga

KALTIM POST – Tim tenis DKI Jakarta tampil sebagai juara umum Sportama Alfamart Cup Pekan Olahraga Nasional (PON) Tenis I-2009. Tuan rumah berhasil menjuarai turnamen yang digelar PP Pelti bekerjasama dengan Sportama itu dengan mengumpulkan 18 medali emas, 10 medali perak, dan lima medali perunggu.

Perolehan medali tim DKI tersebut jauh di atas peringkat kedua dan ketiga, yakni Jatim yang meraih lima medali emas, empat perak, 10 perunggu dan Kaltim dengan dua emas, tiga medali perak, dan enam perunggu.

“Posisi juara umum sudah diperkirakan sejak awal, tapi jumlah perolehan medalinya yang di atas perkiraan terutama dari kelas mini dan yunior,” kata Sekretaris Pengprov Pelti DKI Imam Supardi di Jakarta, Minggu (5/7) kemarin yang menjadi hari terakhir.

Dikatakannya, di kelas mini dan yunior, para petenis dari DKI juga mendominasi nomor-nomor yang dipertandingkan sehingga memperbanyak perolehan medali. Demikian juga di kelas veteran.

Di kelas yunior 14 tahun, medali emas antara lain dipersembahkan petenis di nomor ganda putra 14 tahun. Di kelas yunior 16 tahun, medali emas nomor tunggal putra dipersembahkan Ega Uneputty yang mengalahkan petenis se-daerahnya Indra Wijaya, di final.

Sedangkan di nomor ganda putra yunior 16 tahun, pasangan Ega Uneputty/Indra Wijaya yang mengalahkan pasangan se-daerahnya Louis Theodore/Gavin Pranata di partai final.

Sementara di kelas senior, medali emas tunggal putra dipersembahkan Christopher Rungkat yang mengalahkan Prima Simpatiaji (Jateng) serta medali emas tunggal putri dipersembahkan Ayu Fani yang mengalahkan Lavinia (Jateng) di final.

Medali emas nomor ganda putra senior dipesembahkan pasangan Chistopher Rungkat/Nesa Artha yang mengalahkan pasangan Andrian Raturandang (Jabar)/David Agung (Jateng) di final.

Di nomor ganda putri senior pasangan Yayuk Basuki (DKI)/Romana Tedjakusuma (Jatim) mempersembahkan medali emas setelah mengalahkan pasangan Beatrice Gumulya/Jessy Rompies(Kaltim) di final.

Di nomor ganda campuran senior, pasangan Ayu Fani/Hendri Susilo mempersembahkan medali emas setelah mengalahkan pasangan Jessy Rompies/Surya Wijaya (Kaltim) di final.

Di kelas veteran, medali emas tunggal putra dipersembahkan Yustedjo Tarik yang mengalahkan petenis sedaerahnya Didiek Edy di final. Sedangkan di tunggal putri medali emas dipersembahkan Jenny Maukar yang mengalahkan petenis sedaerahnya, Elfia Rungkat, dipartai final.

Medali emas ganda putra kelas veteran dipersembahkan Hadiman/Sutikno yang menang tanpa tanding melawan pasangan Yustedjo Tarik/Didiek Edy (DKI) di final.

Medali emas nomor ganda campuran veteran dipersembahkan pasangan Hadiman/Jenny Maukar yang menang tanpa bertanding (WO) karena lawannya Kasiatun/Mulyono (Jatim) mengundurkan diri dengan alasan sakit.

Kaltim Diwakili 2 Pegulat

Kejuaraan Junior Asia di Filipina

SAMARINDA POST – Dua pegulat Kaltim dipastikan membela Indonesia di Kejuaraan Gulat Junior Asia, yang berlangsung di Filipina 10 Juli mendatang. Dua pegulat Kaltim tersebut adalah Eko Roni dan M Iqbal.

Keduanya terpilih setelah melewati hasil seleksi yang berlangsung di Bandung Mei lalu.

Komisi Teknik (Komtek) Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Kaltim, Arbain kepada harian ini menjelaskan, Eko Roni dan M Iqbal akan bertanding di kelas bebas. Eko Roni di kelas 55 Kg, sementara M Iqbal turn di kelas 48 Kg.

“Keduanya memang pegulat masa depan Kaltim, pengganti para seniornya saat ini. Jadi mereka saya pikir memang pantas berangkat membawa nama Kaltim untuk menjadi wakil Indonesia,” kata Arbain.

Dua pegulat Kaltim ini nantinya akan berangkat bersama 5 pegulat lain dari beberapa daerah yang juga lolos pada seleksi.

Sementara dari hasil rapat kemarin (5/7), Suryadi Gunawan dipercaya menjadi pelatih dua pegulat Kaltim tersebut. Dalam usulan pada rapat tersebut, disebutkan 6 pelatih yang diusulkan menjadi pendamping.

“Dari hasil rapat akhirnya kami mempercayakan kepada Suryadi Gunawan untuk mendampingi kedua pegulattersebut,” imbuhnya.

Saat ditanyakan soal persaingan di Kejuaraan Asia tersebut, Arbain mengatakan Iran, Korea Selatan, Jepang dan negara pecahan Rusia seperti Uzbekistan menjadi lawan tangguh para pegulat Indonesia.

“Para pegulat dari negara yang saya sebutkan tadi sudah dari dulu selalu menjadi negara kuat di gulat. Tapi saya yakin pegulat Indonesia, khususnya dari Kaltim bisa bersaing dengan mereka,” tegasnya.

Kalaupun akhirnya pegulat Kaltim gagal meraih prestasi tinggi, pengalaman bertanding di event internasional, diharapkan Arbain menjadi modal bagi Eko Roni dan M Iqbal.

“Dari satu event setiap atlet pasti mendapatkan pengalaman. Dan bertanding di Filipina, saya pikir jadi modal sangat berharga bagi pegulat Kaltim nantinya,” kata Arbain mengakhiri. (upi)